anjing menggonggong

Anjing Menggonggong Kafila Berlalu

Anjing menggonggong kafila berlalu, begitu peribahasa berkata. Sebuah peribahasa yang kurang lebih memiliki arti biarin aja orang ngomong jelek, gak usah di dengerin. Tapi yang namanya manusia, pasti ada sebuah pertentangan, perbedaan pendapat yang tentunya tidak dapat dihindari. Hal yang sangat wajar, mengingat manusia memang diciptakan dengan sejuta perbedaan.

Sejujurnya, saya memang memiliki image sebagai orang yang arogan, bahasa lebih kasarnya sombong. Saya tak mau membela diri, itu adalah hak setiap pribadi untuk menilai saya, tapi yang saya kasihan, adalah ghibah yang tertanam di hati mereka.

Mungkin, mungkin bisa jadi ada kesombongan pada diri saya, tapi secara pribadi ini adalah sebuah self sugestion kepada diri saya untuk percaya pada diri sendiri. Saya harus terus mensugesti alam bawah sadar saya dan selalu berusaha meyakinkan diri saya bahwa saya adalah orang hebat, dan itu adalah cara saya untuk membuat saya menjadi pribadi yang lebih baik setiap harinya.

Peran sugesti terhadap alam bawah sadar adalah luar biasa hebat. Bisa dicari artikel mengenai mental block, self sugestion, dsb di google.

Selain itu, saya memanglah seorang leader, itu yang selalu saya tanamkan di diri saya. Saya seorang lead di sebuah perusahaan tempat saya bekerja, saya juga seorang direktur di perusahaan yang saat ini sedang saya rintis. Belum lagi, saya harus meyakinkan banyak orang untuk percaya dengan kemampuan saya.

Analoginya seperti ini, ketika seorang seperti pendiri NKRI bapak I.R Soekarno berkata bahwa beliau adalah pemimpin besar revolusi, apakah kita bisa menilai bahwa beliau sedang menyombongkan diri? bisa jadi iya bagi orang-orang yang berpemikiran sempit. Tapi pada akhirnya, saya sendiri meyakini bahwa apa yang dilakukan beliau adalah untuk tujuan membakar semangat rakyat Indonesia.

Contoh lain seperti salah satu pemain bola favorit saya, Cristiano Ronaldo. CR7 ini seringkali dianggap arogan, sombong, congkak, dan banyak hal lainnya lagi. Tapi saya rasa itu memang sebuah cara yang memang dia lakukan untuk mensugesti dirinya bahwa dia adalah orang hebat.

Ada pula Bambang Pamungkas yang menolak untuk bermain bola tarkam setelah menjadi pemain profesional, banyak orang yang pada akhirnya menyebut ia lupa daratan. Padahal, apa yang dilakukan Bepe adalah untuk menjaga aset yang dia miliki, aset tersebut bernama kaki. Ia memiliki kontrak resmi dengan sebuah klub profesional, yang dimana ia harus menghormati kontrak tersebut.

Apa ada orang yang bisa menjamin ia tidak akan cidera ketika bermain bola tarkam? jelas tidak ada. Untuk itu, ia menolak untuk bermain tarkam untuk mengindari cidera, karena jika ia cidera, maka akan merugikan klub yang secara resmi mengontrak dia.

Dan itu sebenernya yang juga saya lakukan, memotivasi orang, membakar semangat mereka, memberi contoh. Sayangnya, masyarakat Indonesia itu susah diajari dengan cara halus, harus ditabok pakai duit 1 gepok dulu baru mereka mau dengerin apa yang kita bicarain.

Terlepas dari keresahan saya pribadi, memang sebenarnya kita tidak bisa menilai seseorang hanya dari apa yang kita lihat sekilas, apalagi dari omongan orang lain. Terlepas dari salah atau benarnya saya pula, saya akan lebih senang diingatkan secara langsung daripada membicarakan apa yang mereka tidak suka dari diri saya dibelakang saya.

Tulisan ini pada akhirnya sedikit meruntuhkan pendirian saya untuk tidak berkomentar dan menjelaskan apapun mengenai alasan saya berbuat ini-itu. Tapi pada akhirnya, jika tulisan ini bisa membuka pikiran dan hati banyak orang, apalah arti sebuah pendirian tersebut.

Baca Juga: Madu Penyubur Kandungan

Dan pada akhirnya, anjing menggonggong kafila berlalu…

Seorang blogger, writer, traveler dan photographer. Author MastahSEO.com, Founder Artikel.co & Owner Manjadda.com. Dapat dihubungi melalui [email protected]

Tinggalkan balasan:

Email Anda tidak akan kami publikasikan.