dando

Tuhan Tidak Tidur

Beberapa orang menganggap, saya adalah tembok kokoh yang sulit untuk roboh. Beberapa orang menilai, saya adalah orang yang tepat untuk dimintai pendapat. Kemudian beberapa lainnya, saya adalah seorang pemecah masalah. Hingga banyak pertanyaan yang kemudian mengerucut ke sebuah pertanyaan ini yang berbunyi, “Bagaimana bisa kau begitu siap menghadapi semua ini?”, saya cuma bisa menjawab, “Semua saya jalani dengan susah payah tersembunyi”.

Saya hanya tipikal orang yang tidak mau menampakkan kegelisahan saya di hadapan banyak orang. Terlebih saya ini adalah laki-laki, laki-laki adalah seorang pemimpin, dan pemimpin tidaklah boleh terlihat lemah di hadapan banyak orang meskipun pada kenyataannya ia sedang pada kondisi yang kurang baik.

Saya tidak bisa menafikkan bahwa saya pernah bersedih, pernah menangis, pernah pula merasakan sabuah kegagalan. Namun saya hanya mencoba untuk berfikir bahwa segala sesuatu itu sudah ada takaran-Nya, dan tidak ada seseorang yang bisa menolak bukan?

Saya punya kisah-kisah yang menurut saya cukup unik. Terutama kisah cinta dari orang-orang disekitar saya yang menurut saya lebih mirip kaya kisa sinetron yang tiada akhir. Yang bikin saya merasa perlu ikut berkomentar adalah karena saya dilibatkan sebagai pemeran pembantu, peran sebagai orang yang menjadi penengah diantara sebuah masalah.

Kadang, saran saya kepada beberapa orang cukup simple, saya cuma bilang “Gusti Allah mboten sare. Tuhan tidak tidur”. Sebagian orang yang cukup ‘tau’ mengenai apa yang saya maksud, pastinya akan manggut-manggut dan sudah tau harus berbuat apa. Namun sudah barang tentu, tidak semua orang memiliki pola pikir atau mindset yang sama.

Well, ini baru khasus percintaan, belum khasus yang berhubungan dengan kehidupan lainnya. Tapi sebenarnya inti permasalahan adalah bagaimana kita melihat sebuah keadaan dengan pikiran yang positif dan iklhas. Karena kita tidak pernah tau, bisa saja apa yang Tuhan jauhkan dari kita memanglah sesuatu yang akan berdampak buruk pada kita kelak di kemudian hari. Tapi yang harus kita tahu, rencana-Nya untuk kita di masa depan sudah barang tentu lebih baik dari apa yang kita perkirakan.

Memang, yang namanya ilmu iklhas itu adalah ilmu tertinggi. Ilmu yang teorinya terlihat gampang, namun dari sisi prakteknya susahnya minta ampun. Yah, hanya sekedar catatan untuk pengingat diri sendiri. Syukur-syukur bermanfaat buat yang lain.

Karena pada akhirnya, apa yang dianggap baik oleh manusia belum tentu baik menurut-Nya.Airu

Seorang blogger, writer, traveler dan photographer. Yang jelas saya tidak suka menjadi seorang haters, apalagi hatersnya kamu. Iya kamu.

1 Komentar: Pada Tuhan Tidak Tidur

  • betul om
    gusti ALLAH tidak tidur.. sing penting kita semangat dan berdoa aja om… berjuang di jalan Allah… semoga kita semua menjadi pribadi yang lebih baik lagi om

Tinggalkan balasan:

Email Anda tidak akan kami publikasikan.

Site Footer