kereta api eksekutif bima

Bima, Ini Baru Kereta Eksekutif!

Kereta Api selalu menjadi sahabat terbaik saya untuk pulang kampung ke Magetan atau balik ke Jakarta. Hampir bisa dipastikan saya menggunakan kereta api, alasannya adalah pertama saya mabuk darat kalau naik mobil/bus, kedua karena di Magetan belum ada bandara komersil *Pak Bupati, itu Iswahyudi jadiin bandara komersil dong, atau bikin bandara baru gitu.

Baca Juga: Cara menghilangkan jerawat pasir

Selama ini, saya seringkali menggunakan kereta api eksekutif Bangunkarta untuk urusan mudik dan balik. Dan jujur, gara-gara si Bangunkarta ini, saya menganggap bahwa kelebihan kereta eksekutif disbanding ekonomi hanya terletak pada lebih cepet sampai, kursi nyaman, dapet bantal, trus dapet selimut, selebihnya nggak ada yang istimewa banget.

Nah, pas mau balik ke Jakarta kemarin, saya kebetulan dapet kereta api executive Bima. Jujur ini pertama kalinya saya naik kereta api ini, dan jelas di otak saya udah terbayang kalau ni kereta pasti ya gitu-gitu aja.

Tapi ternyata tebakan saya salah, kereta api Bima ini jauh lebih elegan dan lebih layak disebut sebagai kereta api executive. Jauh, bahkan sangat jauh dibandingkan dengan kereta executive bangun karta.

Interior yang terdapat pada kereta api Bima jauh lebih bagus di bandingkan dengan kereta executive Bangunkarta. Bagi saya pribadi, Bangunkarta adalah kereta api kelas Ekonomi yang dipaksa jadi kereta executive, suara bising, interior biasa-biasa aja, yo wis nggak ada yang istimewa intinya.

Urusan harga tiket?

Nggak beda jauh bray, Untuk jurusan Jakarta-Madiun, Bangunkarta harga tiketnya dikisaran 470 ribu, sementara Bima dikisaran 490 ribu, cuma beda 20 ribu tapi soal kualitas, ya jauh. Jadi buat apa bayar harga tiket yang hampir sama tapi kualitasnya beda?

Baca Juga: Cara Mengobati Masuk Angin

Selain masalah kualitas interior, sebenernya ada perbedaan yang nggak penting-penting banget sih, yakni jalur yang di lewati oleh kedua kereta yang sudah saya sebutkan diatas. Kereta Api Bima ternyata melewati jalur selatan, paling lama berhenti di Stasiun Tugu, Jogja. Jadi bagi pecinta keindahan Jogja, bisa sejenak melihat keindahan kota Gudeg dari dalam kereta. Sementara kereta Bangunkarta melewati jalur utara, paling lama berhenti di stasiun Tawang, Semarang.

Seorang blogger, writer, traveler dan photographer. Yang jelas saya tidak suka menjadi seorang haters, apalagi hatersnya kamu. Iya kamu.

Tinggalkan balasan:

Email Anda tidak akan kami publikasikan.