Mengenal Potensi Alam Bawah Sadar

alam bawah sadar

Saat saya masih duduk di bangku sekolah, saya adalah orang yang sangat bullyable, ada banyak hal dalam diri saya yang bisa dijadiin bahan bullying.

Yang pernah ketemu dengan saya periode 2011 sampai sekarang, mungkin akan jika ditanya oleh orang-orang yang belum pernah ketemu saya seperti apa saya, maka akan menjawab “Mas Airul itu kurus tinggi”. Tapi nggak banyak orang yang tahu sejarah saya, mungkin hanya temen-temen saya yang sudah mengenal saya sejak SMP dan SMA yang benar-benar paham perubahan saya dari tahun ke tahun.

Sedikit bercerita, ketika masuk SMA, saya hanya seorang yang memiliki tinggi badan 148cm. Coba bayangkan, betapa bedanya dengan saya hari ini 173 cm. Gara-gara hal ini, ada banyak yang mengira saya minum obat peninggi badan, seringkali tebakan ini saya amini. Padahal fakta yang ada bukanlah demikian, saya hanya malas jelasin karena belum siap merangkai kata yang mudah dicerna dengan akal wajar.

Ini bukan soal klenik, tapi memang banyak orang yang tidak tahu ada rahasia-rahasia dalam diri kita yang patut untuk kita gali, sedikit banyaknya sudah sempat saya singgung pada artikel “mengenal potensi diri“.

Ketika SMA, saya yang merupakan orang yang hobi membaca menemukan suatu artikel yang menarik, yakni mengenai potensi luar biasa alam bawah sadar manusia. Menurut persepsi saya, ini sangat erat kaitannya dengan hadist yang berbunyi: Allah sesuai dengan persangkaan hamba-Nya.

Sejujurnya ini akan menjadi artikel yang sangat berat untuk dipahami bagi orang yang kurang suka menggali, apalagi kids zaman now. Dan saya sejujurnya juga sedang berusaha keras untuk menulis kalimat yang mudah dicerna oleh umum.

Sugesti alam bawah sadar itu bahasa sederhananya adalah self hypnosis (menghipnotis diri sendiri).

Saya beri satu contoh yang sangat sederhana. Pernah nggak kira-kira punya janji misalnya dengan seorang wanita idaman setelah subuh, padahal seringkali kita sholat subuh aja bablas, bangun biasa jam 9 pagi. Tapi berhubung kita ada janji dengan seseorang yang sangat kita idamkan, sebelum tidur kita berusaha keras menanamkan pada diri kita “besok pokoknya harus bangun pas sholat subuh”. Dan secara ajaib, kita beneran seperti ada yang membangunkan tepat jam tersebut.

Cara ini diajarkan oleh guru agama saya waktu masih duduk di bangku MTs. Tapi bukan ngajarin buat ketemu pacar, melainkan biar kita bisa bangun subuh tepat waktu. Caranya cukup sebelum tidur kita berbicara dengan diri kita sendiri agar bisa bangun untuk sholat subuh, kemudian menepuk bantal kita 4 kali. Angka 4 ini berarti kita akan bangun jam 4, kalau mau jam 5 ya tinggal dirubah menepuk bantalnya 5 kali.

Dulu, saya kira ini ada unsur kleniknya, karena memang saya benar-benar seperti ada yang membangunkan. Namun ketika saya beranjak dewasa, saya akhirnya menggali banyak hal dan menemukan sebuah fakta yang menarik, yakni peran sugesti terhadap alam bawah sadar kita. Jadi, alam bawah sadar kita akan merekam sugesti tersebut dan menanamkan pada alam bawah sadar kita, yang pada akhirnya itu terkesan seperti magic.

Kasus lain misalnya kita melihat (mohon maaf) orang yang kurang berada, pekerjaan ya seadanya. Tapi dia punya cita-cita untuk naik haji, secara akal sehat manusia udah nggak bakal mungkin. Tapi tiba-tiba kita dibuat heran karena dia beneran bisa naik haji, akhirnya malah kita sendiri yang jadi negative thingking, ah palingan punya tuyul.

Tapi usut punya usut, hal tersebut terjadi karena peran sugesti yang ada pada diri kita. Misalnya itu orang memajang foto Ka’bah di kamar, tepat menghadap posisi dia tidur. Setiap malam menjelang tidur, dia terus-terusan memandangi foto tersebut sembari mensugesti dirinya dengan cara berdo’a.

Nggak percaya? Silahkan cetak photo mobil idaman kalian di dinding kamar, sebelum tidur pandangin itu sembari dalam hati mensugesti diri kita “Tahun depan, mobil ini kebeli secara tunai, nggak pakai kredit-kreditan”. Ini bukan soal klenik, tapi ya balik itu tadi, menurut saya Tuhan itu bersama prasangka hamba-Nya.

Sugesti terhadap alam bawah sadar bukan hanya soal hal-hal seperti diatas, film yang kita tonton, lagu yang kita dengar, buku yang kita baca, dan panutan yang kita pilih juga sangat bisa mempengaruhi semua itu. Misalnya seorang pemuda sedang sedih karena di putusin pacarnya, kemudian dia akan cenderung mendengarkan lagu-lagu galau. Lantas apa yang akan terjadi? hatinya akan semakin remuk redam karena terbawa sugesti lagu tersebut.

Tapi coba dibalik, ketika putus dengan seorang pacar, coba dengarkan lagu yang mampu mensugesti diri kita ke arah yang positif. Kalau saya dulu, ketika masih seneng-senengnya pacaran, ketika putus sama pacar, lagu yang akan saya dengar salah satunya adalah lagu Irreplaceable dari Beyoncé. Liriknya kurang lebih “You must not know about me, I could have another you in a minute”, atau yang jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia kurang lebih artinya “Kamu harus tahu aku, aku bisa mencari penggantimu hanya dalam beberapa menit”.

Masalah sugesti ini, makanya saya jadi orang yang cukup idealis soal lagu, film, buku, dll. Tapi bukan berarti saya menolak untuk mendengarkan, menonton, dan membaca hal-hal yang saya nggak sukai, karena kadang-kadang ketika bersosial dengan banyak orang, kita seringkali dituntut untuk menyesuaikan diri. Ya misalnya kita di ajak nonton bareng temen kantor misalnya, masak mau nolak? Hal yang bisa kita lakukan adalah mengontrol diri kita agar tidak tersugesti oleh film yang kita tonton jika film tersebut ada unsur negatif-nya.

Soal sugesti dan alam bawah sadar merupakan hal yang sangat menarik untuk dibahas, team-team saya sering saya share masalah ini. Alam bawah sadar ini adalah sesuatu yang tidak tampak yang lambat laun mempengaruhi perilaku kita (alam sadar). Jadi misalnya seseorang itu (mohon maaf) miskin, nggak punya uang. Tapi dia setiap harinya mensugesti dirinya agar jadi orang kaya. Wujud dari sugesti ini biasanya akan membuat seseorang jadi lebih rajin bekerja atau tiba-tiba nongol ide gila yang bisa menghasilkan uang dengan jumlah banyak dalam waktu sekejap.

Ini yang sering saya lakukan ketika saya stuck, nggak ada ide. Seringkali sebelum tidur saya akan mendengarkan brainwave music yang berjudul increase creativity (bisa googling kalau penasaran). Biasanya yang akan terjadi adalah saya ketika bangun tidur jadi punya otak yang fresh, yang pada akhirnya bisa mikir ide-ide yang juga lebih segar.

Ini kadang-kadang yang membuat orang seringkali komentar, “Mas Airul itu ide-idenya selalu out-of the box. Terus apa-apa yang dikerjakan itu kayaknya smooth banget, berasa semesta selalu mendukung”.

Nah itu dia, hal yang menurut saya penting adalah menjadi bejo, orang-orang bejo itu seringkali didukung semesta. Apa-apa jadi terlihat ringan, meskipun sebenarnya nggak ringan juga sih, tapi saya berusaha mensugesti diri saya agar segala sesuatunya itu ringan.

Kaya itu bukan soal uang, tapi soal kepribadian.

Udah segitu aja sih, panjang kalau ngobrolin soal ini. Kalau tertarik silahkan praktekin dari hal-hal terkecil dulu, minimal untuk membantuk kepercayaan pada diri kita terhadap Tuhan. Salah satunya adalah mensugesti diri sendiri dengan cara berdo’a yang khusyu, itu adalah wadah sugesti yang menurut saya paling ampuh.

Seorang pemikir yang hobi mikirin beberapa hal, apalagi mikirin kamu.

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Site Footer