Memancinglah di Kolam yang Tepat

memancing

Ada seseorang yang bercita-cita menjadi seorang musisi hebat, dikenal oleh banyak orang dengan karya-karyanya. Namun pada akhirnya dia dihadapkan pada sebuah realita kehidupan, dia bukan seorang yang jago bernyanyi, suaranya fals, nggak enak di denger.

Tapi tekadnya untuk menjadi seorang musisi hebat tidaklah pudar, dia hanya berusaha realistis dengan apa yang ada. Bakat yang dia yakini ada pada dirinya adalah bermain gitar dan menciptakan lagu, maka disitulah dia terus mengasah kemampuannya.

Dan ini yang saya sebut memancing di kolam yang tepat.

Di dunia IM, ini seringkali terjadi. Banyak orang yang sebenarnya tidak mengukur potensi dalam dirinya dengan baik. Apakah dia lebih cocok main SEO, apa dia cukup main AdWords saja, apa dia lebih cocok di FB Ads, atau malah dia bisa mempelajari ketiganya dengan sangat baik. Untuk contoh terakhir, ini biasanya terjadi pada orang yang diberi gift oleh yang diatas.

Saya pribadi lebih cenderung memilih jalur SEO dan AdWords, untuk FB Ads saya ini hanya remah-remah biskuit di dalam kaleng. Saya sudah berusaha mencoba, pada akhirnya saya harus realistis bahwa saya bukan tipe yang sangat analisis di FB Ads. Tapi bukan berarti saya nggak main FB Ads, saya tentu memiliki opsi lain misalnya membayar jasa atau mengikutsertakan salah satu team saya yang saya lihat memiliki kecenderungan di FB Ads ke kursus-kursus FB Ads.

Kasus seperti ini banyak terjadi pada orang-orang yang dianggap suhu. Jangan dikira semua suhu itu jago segala hal, bahkan ada banyak yang saya temui dan nggak bisa ketiga hal diatas. Tapi kok mereka bisa sukses ya? Ya itu dia, mereka tahu apa potensi terbaik diri mereka, sehingga mereka juga tahu harus memancing di kolam yang mana.

Contohnya begini…

Kita tentu mengenal Achmad Zaky, pendiri dari Bukalapak, salah satu marketplace di Indonesia. Pertanyaan saya sederhana, kira-kira dia seorang Internet Marketer atau bukan? Kalau kita analisa mendalam, dia tetaplah seorang Internet Marketer, karena bisnisnya tetaplah berbasis di Internet.

Pertanyaan selanjutnya dari saya adalah kira-kira apakah dia jago SEO? apa dia jago AdWords? apakah dia jago FB Ads? Saya pribadi tidak yakin jika dia paham hal-hal diatas secara mendalam, paling sekadar tahu aja. Kalaupun dia ini tahu, apa sekiranya dia melakukan SEO, AdWords dan FB Ads sendirian? Nggak mungkin lah, hanya ada 1% kemungkinan jika dia benar-benar melakukan itu semua sendirian. Secara dia adalah seorang CEO.

Jadi Zacky ini hanya akan menempatkan diri di posisi yang benar-benar dia paham. Misalnya pencipta ide, business management, dsb.

Nah, ini yang menarik untuk terus kita gali. Kira-kira apakah kita yang stuck gini-gini aja ini sudah memancing di kolam yang tepat? Apakah kita sudah menempatkan diri kita pada posisi yang tepat? Apa justru kita ini memaksakan diri di posisi yang bukan merupakan bakat natural kita?

Sebenarnya bisa saja kita yang punya bakat main gitar tapi nggak bisa nyanyi tapi terus latihan menjadi seorang penyanyi. Tapi kira-kira berapa lama waktu kita yang terbuang untuk latihan nyanyi? Anggaplah 2 tahun berlatih menjadi seorang penyanyi, kira-kira kalau waktu 2 tahun itu jika kita gunakan untuk terus mengasah bakat natural kita dalam bermain gitar apa yang bakal terjadi?

Atau begini deh. Kira-kira kalau Peterpan atau Noah yang jadi vokalis itu Uki dan yang jadi gitaris itu Ariel, apa band ini bakal seterkenal sekarang? Kira-kira kalau SO7 itu yang jadi vokalis adalah Eros dan yang main gitar justru Duta apa band ini bakal terkenal seperti sekarang?

Tidak ada sebuah kegagalan, yang ada hanyalah kita belum menemukan “path” yang sesuai dengan diri kita. – Airul

Atau misalnya begini deh. Dalam sebuah sepakbola tentu ada beberapa posisi, ada kiper, pemain bertahan, gelandang, hingga penyerang. Kalau kita breakdown lagi akan banyak posisi lagi, mulai dari bek kanan, bek kiri, bek tengah, gelandang jangkar, gelandang serang, dll.

Anggaplah seseorang itu lebih cocok menjadi seorang pemain bertahan, tapi dia ngotot banget ingin posisi penyerang. Bisa saja memang, tapi besar kemungkinan dia malah akan lebih menjadi pemain top jika memilih menjadi pemain bertahan.

Saya dulu pemain bola, posisi natural saya adalah penyerang sayap, kadang-kadang saya di tempatkan di penyerang tengah karena saya lumayan tinggi untuk bola atas. Suatu ketika, saya diminta mundur kebelakang sebagai bek sayap, dan apa yang terjadi? ada lubang yang saya tinggal karena saya memang lebih memiliki naluri menyerang, saya nggak pernah mau mundur bertahan, padahal tugas saya sebagai bek sayap adalah membantu menyerang dan bertahan.

Kurang lebih seperti itu…

Seorang pemikir yang hobi mikirin beberapa hal, apalagi mikirin kamu.

1 comments On Memancinglah di Kolam yang Tepat

Leave a reply:

Your email address will not be published.

Site Footer